Islam dan Pengembangan & Inovasi Kurikulum

 Kedudukan Kurikulum Dalam Pendidikan Agama Islam

Kurikulum merupakan syarat wajib dalam pembelajaran di sekolah. Bilakurikulum bersifat wajib, berarti kurikulum merupakan bagian integral dalam pendidikan atau pembelajaran. Kita bisa membayangkan bagaimana proses pembelajaran tanpa memiliki kurikulum atau rencana pendidikan yang jelas.

Kurikulum mencakup komponen kegiatan pendidikan untuk mencapai tujuanpendidikan. Menurut Mauritz Johnson, Kurikulum juga merupakan rencana pendidikan yang memuat pedoman atau petunjuk dalam proses pembelajaran baik. 

Selain itu, kurikulum dapat diartikean sebagi program studi yang di tekuni oleh para ahli kurikulum dan sebagai sumber landasan teori bagi para pengembangan kurikulum dalam berbagai lembaga pendidikan (Zainal Arifin, 2012).

Lembaga pendidikan khsususnya telah membentuk kebijakan yang diimplementasikan dalam bentuk program pelatihan bagi para guru dalam mengelola pembelajaran. dengan demikian eksistensi guru terhadap pengembangan kurikulum di sekolah sangat memiliki peran central dalam sauatu kuurikulum. Berdasarkan akan hal itu kedudukan kurikulum dalam ranah pendidikan memuat atau menghimpun sebagai berikut : pertama dalam proses pendidikan kurikulum memegang peranan inti dalam sebuah pendidikan. kedua, keududukan kurikulum menempati perencaanaan dan sampai tujuab pendidikan. ketiga, kerikulum memuat metari pembelajaran.

Beberapa sistem pendidikan mereflesika bagaimana eksistensi dan esensi dari kurikulum itu sendiri. Pendidikan sebagai suatu sistem memiliki beberapa unsurunsur yang terintegrasi yang memiliki yang saling berkaitan antara satu dengan yang lainya. Diantara unsur-unsur tersebut yaitu : pertama asas atau tujuan pendidikan. kedua, kurikulum. ketiga objek didik. keempat, lingkungan. Kelima, sarana dan prasarana. Keenam, manajemen. Dan ketujuh teknologi. Memperhatikan sistem kurikulum tersebut maka kurikulum memiliki eksistensi atau posisi tersendiri dalam sistem pendidikan nasional. Dalam pendidikan, kurikulum menjadi suatu hal yang menjadi sentral yang sangat concern untuk diperhatikan, baik pendidikan umum maupun pendidikan Islam. dapat dinyatakan demikian kurikulum menjadi penentu keberhasilan dalam ranah pendidikan. oleh karenanya kurikulum harus menjadi pusat perhatian baik dari pihak manapun, baik pihak pemerintah sekolah dalam hal ini komite ketua yayasan, kepala sekolah dan guru, bahkan termasuk masyarakat. Pada kasus pendidikan di Indonesia khususnya persoalan yang perlu dibenahi adalah bukan terletak pada kurikulumnya artinya, bukan berarti kurikulumbukan hal yang penting namun, persoalan intinya dalah terletak pada pemegang pengembangan kurikulum katakanlah dalam hal ini yang seperti guru yang tidak memiliki kualifikasi dan keterampilan maupun pengetahuuan dalam ha; ini. Peranan kurikulum yang memiliki perancanngan dan prencanaan seluruh kegiatan yang mendukung untuk sampai kepada outcam pendidikan. jadi persoalan yang berkaitan dengan kurikulum perlu dikelola dengan efektif, terlebih lagi pihak yang terkait terhadap pelaku pelaksana kurikulum yaitu guru sendiri sebagai pelaksana. 


Tujuan

Tujuan pendidikan dalam pandangan islam hanya semata-mata untuk mencari ridho Allah ‘Azza wa Jalla., sebagai mana sabda Rasulullah SAW., sebagai berikut : 


قاَلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللهِ عَزَّوَجَلَّ لاَ يَتَعَلَّمُهُ اِلاَّ لِيُصِيْبَ بِهِ عرضاً مِنَ الدُّنْيَا لَمْ يَجِدِعَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، يَعْنِي : رِيْحَهَا، 


( رَوَاهُ أَبُوْ دَاوُدَ بِإِسْنَادٍ صَحِيْحٍ ). 


Artinya : 


Dari Abu Hurairah ra. Ia berkata Rasulullah SAW bersabda : “ Barang siapa yang mempelajari ilmu pengetahuan yang semistinya bertujuan untuk mencari ridho Allah ‘Azza wa Jalla. Kemudian ia mempelajarinya dengan tujuan hanya untuk mendapatkan kedudukan / kekayaan duniawi, maka ia tidak akan mendapatkan baunya syurga kelak pada hari kiamat.” (HR. Abu Daud) 


Isi atau program

تَرَكْتُ فِيْكُمْ اَمْرَيْنِ مَا اِنْ تَمْسَكْتُمْ بِهِمَا لَنْ تَضِلُّوْا اَبَدًا كِتَابَ اللهِ وَ سُنَّةَ رَسُوْلِهِ (رَوَاهُ حَاكِمْ ) 


“Telah aku tinggalkan kepada kalian semua dua perkara yang jika kalian berpegang teguh padanya maka tidak akan tersesat selama-lamanya yaitu kitab Allah (Al-Qur’an) dan Sunnah Nabi-Nya.” (HR. Hakim) 


Metode atau proses pembelajaran

Mendidik dengan contoh (keteladanan) adalah satu metode pembelajaran yang dianggap besar pengaruhnya. Segala yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. dalam kehidupannya, merupakan cerminan kandungan Alquran secara utuh, sebagaimana firman Allah swt. berikut: 


لقد كان لكم في رسول الله أسوة حسنة لمن كان يرجو الله واليوم الآخر وذكر الله كثيرا. 


Artinya: Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS. 33: 21). 


Hambatan-hambatan dalam Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam. 

Dalam pengembangan kurikulum terdapat beberapa hambatan. Hambatan pertama terletak pada guru. Guru kurang berpartisipasi dalam pengembangan kurikulum. Hal itu disebabkan beberapa hal. 

Pertama kurang waktu. Kedua kekurangsesuaian pendapat, baik anatar sesama guru maupun dengan kepala sekolah dan administrator. Ketiga karena kemampuan dan pengetahuan guru sendiri. 

Hambatan lain datang dari masyarakat. Untuk pengembangan kurikulum dibutuhkan dukungan masyarakat baik dalam pembiayaan maupun dalam memberikan umpan balik terhadap sistem pendidikan atau kurikulum yang sedang berjalan. 

Masyarakat adalah sumber input dari sekolah. Keberhasilan pendidikan, ketepatan kurikulum yang digunakan membutuhkan bantuan, serta input fakta dan pemikiran dari masyarakat. 


Hambatan lain yang dihadapi oleh pengembangan kurikulum adalah maslaah biaya. Untuk pengembangan kurikulum,apalagi yang berbentuk kegiatan eksperimen baik metode, isi atau sistem secara 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENGEMBANGAN DAN INOVASI MATERI PEMBELAJARAN PAI

PENGEMBANGAN DAN INOVASI SILABUS DAN RPP PAI

Pengembangan dan Inovasi Teori Pembelajaran PAI