Konsep Dasar Pengembangan dan Inovasi Kurikulum PAI

A. Pengertian Kurikulum PAI 

Kurikulum pendidikan agama Islam berarti seperangkat rencana kegiatan dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran PAI serta cara yang digunakan dan segenap kegiatan yang dilakukan oleh guru agama untuk membantu siswa dalam memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran Islam dan atau menumbuhkembangkan nilai-nilai Islam.          

Kurikulum pendidikan agama islam merupakan sarana atau alat untuk mencapai tujuan pendidikan agama islam yang sekaligus juga arah pendidikan agama dalam rangka pembangunan bangsa dan pembanguna manusia Indonesia seutuhnya. Pendidikan agama islam akan membawa dan menghantarkan serta membina anak didik menjadi warga Negara yang baik sekaligus umat yang taat beragama. 


B. Karakteristik Kurikulum PAI 

1.      Karakteristik Tujuan :

Tujuan yang akan dicapai kurikulum pai adalah membentuk anak didik berakhlak mulia, dengan hubungannya dengan hakikat penciptaan manusia. Sehubungan dengan kurikulum pendidikan islam ini, dengan penafsiran luas, kurikulumnya berisi materi untuk pendidikan seumur hidup (long life education), sesuai dengan Hadist Nabi S.A.W.

2.      Karakteristik Bahan Ajar :

Di dalam GBPP Pendidikan Agama Islam (PAI) disekolah umum dijelaskan bahwa pendidikan Islam adalah usaha sadar untuk menyiapkan sisi dalam meyakini, memahami, menghayati dan mengamalkan agama Islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan dengan memperhaikan tuntutan untuk menghormati agama lain dalam hubungan kerukunan antar umat beragama dalam masyarakat untuk mewujudkan persatuan nasional. Dari pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa Bahan Ajar Pendidikan Agama Islam adalah  segala bentuk bahan/materi Ajar Pendidikan Islam  yang digunakan untuk membantu guru Pendidikan Agama Islam (PAI) atau instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar tentang Pendidikan Islam. Materi yang diajarkan antara lain : keimanan, ibadah, al-qur’an, akhlak, muamalah, syariah, dan tarikh.

3.      Karakteristik Proses Pembelajaran

Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar pendidikan agama islam menekankan pada pengertian interaksi yaitu hubungan aktif dua arah (timbal balik) antara guru dan murid. Hubungan aktif antara guru dan murid harus diikuti oleh tujuan pendidikan agama. Tujuan pendidikan agama Islam adalah untuk meningkatkan keimanan melalui pemberian dan pemupukan pengetahuan penghayatan, pengamalan serta pengalaman peserta didik tentang agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang dalam hal keimanan, ketaqwaanya berbangsa dan bernegara. Usaha guru dalam membantu murid untuk mencapai tujuan adalah guru harus memilih bahan ajar atau meteri pendidikan agama yang sesuai dengna tujuan yang akan dicapai.di samping memilih bahan yang sesuai, guru selanjutnya memilih dan menetapkan metode dan sasaran yang paling tepat dan sesuai dalam penyampaian bahan dengan mempertimbangkan faktor situasional serta diperkirakan dapat memperlancar jalannya proses belajar mengajar pendidikan agama. Setelah proses belajar mengajar dilaksanakan, maka komponen lain yang harus disertakan adalah evaluasi. 


C. Pengertian Pengembangan Kurikulum PAI 

Kata kurikulum berasal dari bahasa yunani yang semula digunakan dalam bidang olahraga, adalah currere yang berarti jarak tempuh seorang pelari, yaitu suatu jarak yang harus ditempuh dalam kegiatan berlari mulai dari start hingga finish. Pengertian ini kemudian dapat diterapkan di dalam bidang pendidikan (Muhaimin, 2012). Pengertian kurikulum pendidikan agama Islam yang ada dilembaga pendidikan sebenarnya tidak jauh berbeda dengan kurikulum secara umum, perbedaannya hanya terletak pada sumber pelajarannya saja. Secara tradisional kurikulum dapat diartikan sebagai beberapa mata pelajaran yang diajarkan di sekolah (Baharun, 2017). Sebagaimana yang diutarakan oleh Abdul Munis dalam bukunya Pembelajaran Agama Islam berbasis Kompetensi, mengatakan bahwa pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam adalah suatu rumusan tentang tujuan, materi, metode, dan evaluasi pendidikan yang bersumber pada ajaran agama Islam (Abdul Majid, 2004). 


D. Inovasi kurikulum pendidikan agama Islam (PAI) dapat diartikan sebagai :

1.        kegiatan menghasilkan kurikulum PAI atau

2.        proses yang mengaitkan satu komponen dengan yang lainnya untuk menghasilkan kurikulum PAI yang lebih baik; dan atau

3.        kegiatan penyusunan (desain), pelaksanaan, penilaian dan penyempurnaan kurikulum PAI.

Dalam realitas sejarahnya, inovasi kurikulum. 


E. Tujuan Pengembangan Kurikulum PAI

Istilah yang digunakan untuk menyatakan tujuan pengembangan kurikulum adalah goalsdan objectives. makna tujuan, khususnya tujuan pendidikan nasional adalah berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreaktif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Secara lebih jauh, tujuan berfungsi sebagai pedoman bagi pengembangan tujuan-tujuan spesifik (objectives), kegiatan belajar, implementasi kurikulum, dan evaluasi untuk mendapatkan balikan (feedback).

Mengingat pentingnya tujuan, tidak heran jika perumusan tujuan menjadi langkah pertama dalam pengembangan kurikulum. Filosofi yang dianut pendidikan atau sekolah biasanya menjadi dasar pengembangan tujuan. Oleh karena itu, tujuan hendaknya merefleksikan kebijakan, kondisi masa kini dan masa datang, prioritas, sumber-sumber yang sudah tersedia, serta kesadaran terhadap unsur-unsur pokok dalam pengembangan kurikulum.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENGEMBANGAN DAN INOVASI MATERI PEMBELAJARAN PAI

PENGEMBANGAN DAN INOVASI SILABUS DAN RPP PAI

Pengembangan dan Inovasi Teori Pembelajaran PAI