PENGEMBANGAN DAN INOVASI METODE PEMBELAJARAN PAI
A. Karakteristik Metode Pembelajaran PAI
1. Pengertian KarakterKarakter adalah seperangkat sifat yang selalu dikagumi sebagai tandatanda kebaikan, kebajikan dan kematangan moral seseorang. Secara etimologi, istilah karakter berasal dari bahasa Latin character, yang berarti watak, tabiat, sifat-sifat kejiwaan, budi pekerti, kepribadian dan akhlak.Wyne mengungkapkan bahwa karakter yaitu menandai bagaimana cara memfokuskan bagaimana mengaplikasikan nilai kebaikan dalam bentuk tindakan atau tingkah laku.
2. Pengertian MetodeSecara etimologis, kata “metode” berasal dari bahasa Yunani “methodos” yang tersusun dari kata “meta” dan “hodos“. Meta berarti menuju, melalui, mengikuti, atau sesudah. Sedangkan hodos berarti jalan, cara, atau arah.
Dari penjelasan tersebut maka dapat kita simpulkan bahwa pengertianmetode adalah suatu cara atau proses sistematis yang digunakan untuk melakukan suatu kegiatan agar tujuan yang diinginkan dapat tercapai. Dengan kata lain, metode berfungsi sebagai alat untuk mencapai suatu tujuan, atau bagaimana cara untuk melakukan/ membuat sesuatu.
3. Pengertian Pembelajaran PAIPembelajaran PAI adalah suatu proses yang bertujuan untuk membantu peserta didik dalam belajar agama Islam. Pembelajaran ini akan lebih membantu dalam memaksimalkan kecerdasan peserta didik yang dimiliki, menikmati kehidupan, serta kemampuan untuk berinteraksi secara fisik dan sosial terhadap lingkungan.
4. Karakteristik Metode Pembelajaran PAIBerikut merupakan beberapa ciri-ciri dan karakteristik metode pembelajaran secara umum dan lengkap.
a. Bersifat luwes, fleksibel dan memiliki daya yang sesuai dengan watak murid dan materib. Bersifat fungsional dalam menyatukan teori dengan praktik dan mengantarkan murid pada kemampuan praktis.c. Tidak mereduksi materi, bahkan sebaliknya mengembangkan materi.d. Memberikan keleluasaan pada murid untuk menyatakan pendapat.
e. Mampu menempatkan guru dalam posisi yang tepat, terhormat dalam keseluruhan proses pembelajaran
B. Dasar Filosofis Pengembangan Dan Inovasi Metode Pembelajaran PAI
Filsafat berasal dari kata Yunani kuno, yaitu dari kata “philos” dan “Sophia”. Philos, artinya cinta yang mendalam¸dan Sophia adalah kearifan atau kebijaksanaan. Orang belajar berfilsafat agar ia menjadi orang yang mengerti dan berbuat secara bijak. Untuk dapat mengerti kebijakan dan berbuat secara bijak, ia harus tahu atau berpengetahuan. Pengetahuan tersebut diperoleh melelui proses berfikir, yaitu berfikir secara sistematis, logis, dan mendalam. Pemikiran demikian dalam filsafat sering disebut sebagai pemikiran radikal, atau berpikir sampai ke akar-akarnya (radic berarti
akar).
Filsafat mencakup keseluruhan pengetahuan manusia,berusaha melihat segala yang ada ini sebagai satu kesatuan yang menyeluruh dan mencoba mengetahui kedudukan manusia didalamnya. Filsafat membahas segala permasalahan yang dihadapi oleh manusia termasuk masalahmasalah pendidikan ini yang disebut filsafat pendidikan. Walaupun dilihat sepintas, filsafat pendidikan ini hanya merupakan aplikasi dari pemikiranpemikiran filosofis untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan, tetapi antara keduanya yaitu antara filsafat dan filsafat pendidikan terdapat hubungan yang sangat erat.
Menurut Donald Butler, filsafat memberikan arah dan metodologi terhadap praktik pendidikan, sedangkan praktik pendidikan memberikan bahan-bahan bagi pertimbangan-pertimbangan filosofis. Tujuan pendidikan diarahkan untuk mencapai suatu kehidupan yang demokratis. Demokratis bukan dalam arti politik, melainkan sebagai cara hidup bersama sebagai way of life, pengalaman bersama dan komunikasi bersama. Tujuan pendidikan terletak pada proses pendidikan itu sendiri, yaitu kemampuan dan keharusan individu meneruskan perkembangannya.
John Dewey menegaskan bahwa pendidikan itu tidak mempunyai tujuan, hanya orang tua, guru, dan masyarakat yang mempunyai tujuan. Untuk mengetahui bagaimana proses belajar terjadi pada anak, kita harus mengetahui bagaimana syarat-syarat untuk pertumbuhan. Pendidikan sama dengan pertumbuhan. Syarat-syarat pertumbuhan adalah adanya kebelum dewasaan (immaturity), yang berartikemampuan untuk berkembang. Immaturity tidak berarti negative, tetapi positif, kemampuan, kecakapan, dan kekuatan untuk tumbuh. Ini menunjukan bahwa anak adalah hidup, ia memiliki semangat untuk berbuat. Pertumbuhan bukan suatu yang haruskita berikan, pertumbuhan adalah sesuatu yang harus mereka lakukan sendiri. Ada dua sifat dari immaturity yakni kebergantungan dan plastisitas. Kebergantungan berarti kemampuan untuk menyatakan hubungan social dan ini akan menyebabkan individu itu matang dalam hubungan social. Sebagai hasilnya, akan tumbuh kemampuan interpendensi atau saling kebergantungan antara anggota masyarakat yang satu dengan yang lain.
C. Tujuan pengembangan dan inovasi metode Pembelajaran PAI
Inovasi dapat dilakukan pada pemilihan metode dan teknik mengajar. Di tengah keragaman metode dan teknik itu, maka beberapa hal yang mendasar adalah sedapat mungkin materi pokok bahasan dapat dijelaskan dengan tuntas dan lengkap. Berbagai pertanyaan mendasar sedapat mungkin dapat dijawab. Penjelasan itu diharapkan tertanam di dalam diri siswa. Di dalam dirinya tumbuh penghayatan tentang nilai dan norma agama yang harus diikuti. Kisah dalam kitab suci, sebagai misal, itu mengandung pesan moral yang kuat. Sedapat mungkin itu bisa ditangkap dan dicerna yang pada gilirannya menjadi pedoman dalam bertindak.Metode dan teknik mengajar diarahkan pada pemahaman yang dapat ditunjukkan oleh murid secara lisan atau tertulis. Metode tanya jawab bisa sangat efektif untuk menyampaikan dan mengevaluasi pemahaman itu. Metode dan teknik diarahkan agar siswa mampu mengembangkan pengetahuan yang diperolehnya. Pengembangan itu, sebagai misal, dapat dilakukan siswa dengan memperbanyak contoh yang sudah diberikan. Intinya adalah agar siswa mengembangkan kreativitas. Metode dan teknik diarahkan agar siswa mampu mendemonstrasikan skill yang dimiliki. Dalam konteks pendidikan agama, maka kemampuan membaca Al-Qur’an dengan benar itu sangat penting. Memeragakan tata cara salat lengkap dengan doanya itu penting. Praktik memberi tausiyah itu penting. Berlatih mengemas pesan moral dan spiritual dalam sebuah tulisan pendek itu sangat penting.Sebagai bahan perbandingan, pengajaran bahasa asing sangat maju dalam hal metode dan teknik. Penggunaan lagu-lagu, role play, game, short story, dan sebagainya membuahkan hasil yang cukup efektif. Dalam kaitannya dengan pembelajaran PAI, banyak murid Madrasah Diniyah Takmiliyah menghafal al-asmaa al-husnaakarena menggunakan lagu sebagai medium. Sebagian muslim memelihara hafalan kitab Barazanji karena ditunjang dengan irama yang menarik. Tentu inovasi metode pembelajaran PAI dapat dikembangkan terus sesuai dengan karakteristiknya sendiri.
D. Langkah-langkah Pengembangan Metode Pembelajaran PAI
Secara garis besar kegiatan pengembangan metode pembelajaran terdiri atas tiga langkah yang harus dilalui, yaitu kegiatan perencanaan, produksi / pelaksanaan dan penilaian. Sementara itu, dalam rangka melakukan desain atau rancangan pengembangan metode ada lima langkah yang harus diambil, yakni sebagai berikut:
1. Menganalisis Kebutuhan dan Karakteristik Siswa Kebutuhan dalam proses belajar pembelajaran adalah kesenjangan antara apa yang di miliki siswa dengan apa yang di harapkan. Setelah kita menganalisis kebutuhan siswa, maka kita juga perlu menganalisis karakteristik siswanya, baik menyangkut kemampuan pengetahuan atau keterampilan yang telah di miliki siswa sebelumnya. Cara mengetahuinya bisa dengan tes atau dengan yang lainnya.
Langkah ini dapat di sederhanakan dengan cara menganalisa topik-topik materi ajar yang di pandang sulit dan karenanya memerlukan bantuan media. Pada langkah ini sekaligus pula dapat di tentukan ranah tujuan pembelajaran yang hendak di capai, termasuk rangsangan indera mana yang di perlukan (audio, visual, gerak atau diam).
2. Merumuskan Tujuan Pembelajaran Agar dapat merumuskan tujuan instruksional dengan baik, ada beberapa ketentuan yang harus di ingat, yaitu: tujuan pembelajaran harus berorientasi kepada siswa, artinya tujuan itu benar-benar harus menyatakan adanya perilaku siswa yang dapat di lakukan atau di peroleh setelah proses belajar di lakukan. Adapun Sebuah tujuan pembelajaran hendaknya memiliki empat unsur pokok yang dapat kita akronimkan dalam ABCD (Audience, Behavior, Condition, dan Degree). Penjelasan dari masing-masing komponen tersebut sebagai berikut: A = Audience adalah menyebutkan sasaran/audien yang di jadika sasaran pembelajaran B = Behavior adalah menyatakan prilaku spesifik yang di harapkan atau yang dapat di lakukan setelah pembelajaran berlangsung C = Condition adalah menyebutkan kondisi yang bagaimana atau dimana sasaran dapat mendemonstrasikan kemampuannya atau keterampilannya D = Degree adalah menyebutkan batasan tingkatan minimal yang di harapkan dapat di capai.
3. Merumuskan Butir-butir Materi Secara Terperinci yang Mendukung Tercapainya Tujuan Penyusunan rumusan butir-butir materi adalah dilihat dari kemampuan atau keterampilan yang di jelaskan dalam tujuan khusus pembelajaran, sehingga materi yang di susun adalah dalam rangka mencapai tujuan yang di harapkan dari kegiatan proses belajar pembelajaran tersebut. Setelah daftar butir-butir materi di rincikan maka langkah selanjutnya adalah mengurutkannya dari yang sederhana sampai kepada tingkatan yang lebih rumit, dan dari hal-hal yang konkrit kepada yang abstrak.
4. Mengembangkan Instrumen Pengukuran Alat pengukur keberhasilan di kembangkan terlebih dahulu, instrumen pengukuran ini harus di kembangkan sesuai dengan tujuan yang akan di capai dan dari materi-materi pembelajaran yang di sajikan. Bentuk instrumen pengukuranya bisa dengan tes, pengamatan, dan penugasan. Instrumen tersebut akan di gunakan oleh pengembangan metode, ketika melakukan tes uji coba dari metode yang di kembangkannya. Misalkan instrumen pengukuranya tes, maka siswa nanti akan di minta mengerjakan materi tes tersebut. Kemudian di lihat bagaimana hasilnya. Apakah siswa menunjukkan penguasaan materi yang baik atau tidak dari efek metode yang di gunakannya atau dari materi yang di pelajarinya. Jika tidak maka di manakah letak kekurangannya. Dengan demikian, maka siswa di mintai tanggapan tentang metode tersebut, baik dari segi kemenarikan maupun efektifitas penyajiannya.
5. Mengadakan Tes atau Uji Coba dan Revisi Tes adalah kegiatan untuk menguji atau mengetahui tingkat efektifitas dan kesesuaian metode yang dirancang dengan tujuan yang di harapkan dari metode tersebut. Suatu metode yang pembuatnya di anggap telah baik, tetapi bila metode itu tidak menarik, atau sulit untuk di pahami atau tidak merangsang proses belajar bagi siswa yang ditujunya, maka metode semacam ini tentu saja tidak di katakan baik. Tes atau uji coba tersebut dapat di lakukan baik melalui perseorangan atau melalui kelompok kecil atau juga melalui tes lapangan, yaitu dalam proses pembelajaran yang sesungguhnya dengan menggunakan metode yang di kembangkan. Sedangkan revisi adalah kegiatan untuk memperbaiki halhal yang di anggap perlu mendapatkan perbaikan atas hasil dari tes.
E. Contoh-contoh Hasil Pengembangan dan Inovasi Metode
Pembelajaran PAI dalam Pendidikan Era Society 5.0.
1. Project Based LearningMetode ini diprakarsai oleh hasil implikasi dan surat edaran Mendikbud no.4 tahun 202. Metode ini memiliki tujuan utama untuk memberikan pelatihan kepada pelajar untuk lebih bisa berkolaboras, gotong royong dan empati dengan sesama.
2. Daring MethodMetode ini memanfaatkan jaringan online, dan bisa membuat para siswa kreatif menggunakan fasilitas yang ada, seperti membuat konten dengan memanfaatkan barang-barang di sekitar rumah maupun mengerjakan seluruh kegiatan belajar melalui system online.
3. Luring MethodAdalah metode pembelajaran yang dilakukan di luar jaringan dalam artian, pembelajaran yang satu ini dilakukan secara tatap muka dengan memperhatikan zonasi dan protocol kesehatan.
4. Home Visit MethodMerupakan salah satu opsi pada metode pembelajaran saat pandemi. Dalam metode ini pengajar mengadakan home visit kerumah pelajar dalam waktu tertentu.
5. Integrated curriculum Dalam metode ini tidak hanya melibatkan satu mata pelajaran saja, namun juga mengaitkan materi pembelajaran lainnya.
6. Blended learning Metode ini adalah metode yang menggunakan dua pendekatan sekaligus. Dalam artian, metode ini menggunakan system daring sekaligus tatap muka melalui video converence.
Komentar
Posting Komentar