PENGEMBANGAN DAN INOVASI MEDIA DAN TEKNOLOGI PEMBELAJARAN PAI
A. Karakteristik Media dan Teknologi Pembelajaran PAI
1. Karakteristik MediaKata media berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak kata medium. Secara harfiah, media berarti perantara, yaitu perantara antara sumber pesan (a source) dengan menerima pesan (a receiver).
Beberapa hal yang termasuk ke dalam media adalah film, televise, diagram, media cetak (printed material), komputer, dan lain sebagainya. Media merupakan alat yang dapat membantu dalam keperluan dan aktivitas, yang dimana sifatnya dapat mempermudah bagi siapa saja yang memanfaatkannya. Secara lebih khusus, pengertian media dalam proses mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal.
Adanya media dirasakan memang sangat membantu proses belajar menganjar, hal tersebut dikarenakan guru akan mudah dalam kegiatan mengajarnya serta dapat meningkatkan perhatian siswa pada kegiatan belajarnya. Dalam aktivitas pembelajaran, media dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang dapat membawa informasi dan pengetahuan dalam interaksi yang berlangsung antara pendidik dengan peserta didik. Dalam aktifitas pembelajaran, media dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang dapat dijadikan sarana penyaluran komunikasi dan pesan. Dalam kegiatan belajar mengajar, media merupakan sesuatu yang sangat baik dan bermanfaat, dimana sebagai sesuatu yang bisa menjadi penghubung komunikasi antara guru dan siswa.
Setiap media mempunyai karakteristik tertentu, baik dilihat dari segi keampuhannya, cara pembuatanya, maupun cara penggunaannya. Memahami karakteristik sebagai media pengajaran merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki guru dalam kaitanya dengan keterampilan pemilihan media pengajaran.Karakteristik media juga dapat dilihat menurut kemampuannya membangkitkan rangsangan seluruh alat indera. Dalam hal ini, pengetahuan mengenai karakteristik media pembelajaran sangat penting artinya untuk pengelompokan dan pemilihan media. karakteristik media merupakan dasar pemilihan media yang disesuaikan dengan situasi belajar tertentu.
B. Dasar Filosofis Pengembangan dan Inovasi Media dan Teknologi Pembelajaran PAI
Terdapat suatu paradigma yang menyatakan menggunakan beragam jenis media dengan teknologi terkini, mengakibatkan dehumanisasi. Pandangan ini dirasa kurang tepat karena menurut Arief S, dkk menyatakan justru dengan banyaknya media yang digunakan siswa menjadi lebih dihargai dalam memilih media apa yang sesuai dengan karakteristik kepribadiannya. Jika setiap siswa yang memiliki kepribadian, harga diri, kemampuan, keterampilan dan motivasi yang beragam dihargai oleh guru, maka dengan adanya media baru atau tidak sekalipun, proses pembelajaran tetap akan humanis.Ibrahim yang mengutip dari Gerlach dan Elly, menjelaskan kemampuanyang dimiliki oleh media diantaranya adalah:
1. Kemampuan Fiksatif. Media mampu menangkap, menyimpan dan menampilkan kembali obyek yang dituju. Dengan kemampuannya ini, memudahkan pengguna apabila sewaktu-waktu membutuhkannya ketika digunakan dalam proses pembelajaran2. Kemampuan Manipulatif. Media memiliki kemampuan untuk memanipulasi obyek dari segi ukuran, bentuk, warna sesuka hati. Hal ini mempermudah pengguna, ketika harus memasukkan obyek dan disesuaikan dengan tempat yang telah disediakan.3. Kemampuan Dsitributif. Media bisa menjangkau audiens yang cukup banyak dalam satu ruangan. Dengan jangkauannya tersebut, membuat audien untuk bisa memahami obyek dengan lebih baik.
C. Tujuan Pengembangan dan Inovasi Media dan Teknologi Pembelajaran PAI
Inovasi media pembelajaran adalah suatu pengembangan media pembelajaran tepat guna, yang baru atau memiliki pembaharuan, serta mampu memecahkan persoalan pembelajaran.Tujuan utama dari inovasi pembelajaran adalah berusaha meningkatkan kemampuan, yakni kemampuan dari sumber-sumber tenaga, uang, sarana dan prasarana termasuk struktur dan prosedur organisasi agarsemua tujuan yang telah direncanakan dapat dicapai secara optimal.
Selain itu, pesatnya kemajuan yang dicapai oleh manusia dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi sangat berkembang sedemikian pesat. Hal ini tentu erat hubungannya dengan pola hidup manusia, yang ingin lebih praktis, lebih mudah ataupun lebih cepat di segala aspek kehidupannya, termasuk dalam dunia pendidikan ataupun pelatihan.
Dalam pendidikan maupun pelatihan, dapat kita jumpai media pembelajaran yang inovatif sebagai hasil dari kemajuan IPTEK mulai dari yang paling sederhana sampai kepada yang canggih. Dan hasil penelitian memang secara nyata telah membuktikan bahwa penggunaan alat bantu inovatif itu sangat membantu aktivitas proses belajar mengajar di kelas, terutama peningkatan prestasi belajar siswa/peserta kita.
Menurut kamus Bahasa Indonesia kata “inovasi” mengandung arti pengenalan hal-hal yang baru atau pembaharuan”. Inovasi juga berarti penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya (gagasan, metode, atau alat). Jadi bukan hanya alat bantu pembelajaran saja yang bisa dikemas secara inovatif tetapi juga proses pembelajarannya, misalnya menggunakan strategi/metode baru yang dihasilkan dari penemuannya sendiri atau menerapkan metode baru yang ditemukan oleh para pakar dan didesain sedemikian rupa sehingga dapat menciptakan pembelajaran yang lebih kondusif.
Pembelajaran inovatif juga mengandung arti pembelajaran yang dikemas oleh instruktur/pengajar atau instruktur lainnya yang merupakan wujud gagasan atau teknik yang dipandang baru agar mampu menfasilitasi peserta didik untuk memperoleh kemajuan dalam proses dan hasil belajar.
Dalam konsep kekinian dapat dijumpai bahwa pembelajaran yang dikemas inovatif lebih bersifat student centered. Artinya, pembelajaran yang lebih memberikan peluang kepada siswa untuk mengkonstruksi pengetahuan secara mandiri (self directed) dan dimediasi oleh teman sebaya (peer mediated instruction). Pembelajaran ini mendasarkan diri pada paradigma konstruktivistik.
Pembelajaran inovatif biasanya berlandaskan paradigma konstruktivistik membantu siswa untuk menginternalisasi, membentuk kembali, atau mentransformasi informasi baru. Bukan hanya menyampaikan dan menuangkan ilmu ataupun teori saja.
D. Langkah-langkah Pengembangan dan Inovasi Media dan Teknologi Pembelajaran PAI
Media pembelajaran merupakan alat yang digunakan dalam proses belajara mengajar yang dapat membangkitkan minat dan keinginan, motivasi Peserta Didik, dan bahkan dapat membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap peserta didik. Oleh karena itu, pengembangan media pembelajaran sangatlah penting karena penggunaan media pembelajaran pada tahap orientasi sangatlah penting untuk membentuk keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan dan isi pelajaran, sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai secara maksimal.
Kegiatan pengembangan media pembelajaran secara garis besar harus melalui tiga langkah besar yaitu kegiatan perencanaan, produksi dan penialian. Sementara dalam rangka melakukan desain atau rancangan pengembangan program media, Arief Sadiman, dkk, memberikan urutan langkah-langkah yang harus diambil dalam pengembangan program media menjadi 6 (enam) langkah sebagai berikut:
1. Menganalisis kebutuhan dan karakteristik peserta didik
2. Merumuskan tujuan pembelajaran (Instructional objective) dengan operasional dan khas.
3. Merumuskan butir-butir materi secara terperinci yang mendukung tercapainya tujuan
4. Mengembangkan alat pengukur keberhasilan
5. Menulis Naskah Media
6. Mengadakan Tes atau Uji Coba dan Revisi
E. Contoh-Contoh Hasil Pengembangan dan Inovasi Media dan Teknologi Pembelajaran PAI dalam Pendidikan Era Society 5.0
Pengembangan Tekonologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pada hakekatnya ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kenyataan menunjukan TIK telah membawa perubahan penting dalam perkembangan peradaban dunia terutama ekonomi. Bahkan abad ke-21 diyakini akan menjadi abad baru yang disebut era informasi-ekonomi (digitaleconomic) dengan cirri khas perdagangan yang memanfaatkan peralatan elektronik (electronic commerce). Keadaan ini mengakibatkan adanya pergeseran paradigma strategis pembangunan masyarakat dunia dari era industri menuju informasi.
Dari berbagai peranan teknologi salah satunya yaitu peranan Teknlogi Informasi dan Komunikasi di bidang pendidikan (e-education) tidak dapat dihindarkan lagi.terutama di era society 5.0, Misalnya tidak mungkin lagi mengecek jumlah siswa yang hadir mengikuti pelajaran dari tahun ke tahun hanya dengan catatan di buku tahunan saja, demikian juga hasil nilai siswa yang diperoleh selama mengkuti pendidikan hanya mengandalkan buku nilai guru, leger sekolah atau buku induk sekolah, begitu pula pekerjaan sederhana apapun pekerjaan akan menjadi lebih efisien jika menggunakan computer. Pendidikan yang menggunakan sarana Teknologi terutama internet biasa disebut e-education.
Komentar
Posting Komentar